10 Besar Provinsi Dengan Tingkat Kepemilikan Rumah Terendah dan Tertinggi Versi BPS

- Jurnalis

Jumat, 13 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto sketsa desain rumah minimalis

foto sketsa desain rumah minimalis

Kepemilikan rumah menjadi sebuah kewajiban bagi keluarga.

Agar bisa terlindung dari hujan dan panas serta istirahat.

Tetapi tingkat ekonomi menjadi halangan untuk memiliki rumah.

Ada faktor yang membuat masyarakat terkendala untuk membeli.

Yaitu tentang kondisi keuangan yang tidak mencukupi dan kurang.

Karena semakin hari harga rumah semakin mahal sehingga sulit dijangkau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kepemilikan rumah.

Mayoritas rumah tangga Indonesia sudah memiliki rumah milik sendiri.

Tercatat sebesar 83,99% pada 2022, angka tersebut meningkat dibanding 2021 hanya 81,08%.

Baca Juga :  Kebakaran Gunung Semeru Disekitar Ranupani Padam Total Hari Sabtu kemarin..

BPS mengartikan rumah milik sendiri sebagai bangunan tempat tinggal.

Yang dimiliki kepala keluarga atau salah satu anggota rumah tangga.

Dengan dibeli secara angsuran melalui kredit bank atau dengan status sewa beli.

Setiap 25 Agustus diperingati sebagai Hari Perumahan Nasional (Hapernas).

Perayaan ini mengingatkan masyarakat tentang perlunya menciptakan perumahan layak huni.

Daftar 10 Provinsi dengan persentase kepemilikan rumah terendah pada 2022:

1. DKI Jakarta: 56,13%

2. Kepulauan Riau: 69,39%

3. Sumatera Utara: 70,04%

4. Sumatera Barat: 72,45%

Baca Juga :  Kabupaten Paling Kaya di Provinsi Bengklu, Pendapatan Terbesar Berasal Dari Sektor Pertanian

5. Kalimantan Timur: 74,05%

6. Kalimantan Utara: 74,33%

7. Riau: 76,52%

8. Sulawesi Utara: 79,12%

9. Kalimantan Tengah: 80,92%

10. Kalimantan Selatan: 81,20%

Daftar 10 provinsi dengan persentase kepemilikan rumah tertinggi pada 2022:

1. Sulawesi Barat: 92,51%

2. Lampung: 91,81%

3. Jawa Tengah: 90,98%

4. Jawa Timur: 90,87%

5. Kalimantan Barat: 90,79%

6. Nusa Tenggara Barat: 90,74%

7. Sulawesi Tenggara: 89,74%

8. Nusa Tenggara Timur: 89,59%

9. Maluku Utara: 89,41%

10. Kepulauan Bangka Belitung: 88,39%

 

Berita Terkait

Tepis Isu Pemakzulan Presiden Prabowo, Kader PSI Yunius Suwantoro Sebut Klaim Said Didu Tidak Berdasar
GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’
DPK GMNI Nusantara dan DPK GMNI Pancasila UIM Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar 2025, Dihadiri Langsung Ketua DPD GMNI Jawa Timur Dan DPC GMNI Pamekasan
HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”
GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan
Seruan DPP GMNI di Tengah Gejolak Nasional: Mahasiswa Menuntut Perubahan, Menolak Anarkisme
GMNI Mataram Tegaskan Ribuan Massa di NTB Merupakan Aksi Organik dari Keresahan Rakyat
Gelombang Kemarahan Rakyat: Aksi Solidaritas di Mataram Kecam Kekerasan Aparat

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:32 WIB

Tepis Isu Pemakzulan Presiden Prabowo, Kader PSI Yunius Suwantoro Sebut Klaim Said Didu Tidak Berdasar

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:51 WIB

GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:47 WIB

DPK GMNI Nusantara dan DPK GMNI Pancasila UIM Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar 2025, Dihadiri Langsung Ketua DPD GMNI Jawa Timur Dan DPC GMNI Pamekasan

Jumat, 21 November 2025 - 08:38 WIB

HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”

Jumat, 19 September 2025 - 22:11 WIB

GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB