R.A. Kartini dan Dewi Sartika Pahlawan Yang Memperjuangkan Hak Emansipasi Perempuan Dimasa Penjajahan

- Jurnalis

Jumat, 13 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Pahlawan yang memperjuangkan perempuan

foto Pahlawan yang memperjuangkan perempuan

Indonesia memiliki dua pahlawan perempuan yaitu R.A. Kartini dan Dewi Sartika.

R.A. Kartini dan Dewi Sartika berjuang untuk pendidikan Perempuan dimasa penjajahan.

Seakan akan tidak mempunyai rasa takut R.A. Kartini dan Dewi Sartika tetap mengajar.

Banyak referensi yang menjelaskan gerakan yang dilakukan pada zaman dahulu.

Tidak jarang mereka mendapat pandangan negatif dari masyarakat dan keluarga.

Karena dianggap melakukan kegiatan yang melanggar kodrat sebagai perempuan.

Tetapi dengan gigih dan tekad yang kuat mereka melanjutkan aktivitas mulia.

Tidak heran jika pada tanggal 21 April ditetapkan pemerintah sebagai hari Kartini.

Untuk memperingati perjuangan R.A kartini dalam mencerdaskan perempuan.

Berikut Cupikan Kedua Tokon Perempuan Tersebut, dikutip dari berbagai sumber.

R.A.Kartini

Pendidikan kartini Dimulai sejak Sejak usia 12 tahun di sekolah Belanda.

Kartini mulai tertarik dengan kemajuan berpikir perempuan Belanda.

Baca Juga :  Kondisi Geopolitik Timur Tengah Semakin Menegangkan Seiring Serangan Kelompok Houthi

Timbul keinginan dalam hati Kartini muda untuk turut memperjuangan emansipasi perempuan pribumi.

Kartini memiliki ketertarikan dalam membaca dan menulis mulai dari kecil.

Terbukti Kartini beberapa kali menulis untuk surat kabar berbahasa Belanda.

Kartini juga saling berkorespondesi dengan teman-temannya di Belanda.

Melalui suratnya, berbagai kritik ditulis termasuk masalah kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Serta bagaimana perempuan tidak mendapat pendidikan yang layak.

Surat-surat Kartini dibukukan dan diterbitkan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Wafat pada 1904, kegigihan Kartini menginspirasi berdirinya Sekolah Kartini khusus perempuan.

Jasa-jasa dan perjuangan Kartini diabadikan pada Museum Kartini di kota kelahirannya, Jepara.

Dewi Sartika

Ketika membaca kalimat “Pejuang Pendidikan Perempuan asal Sunda” maka akan teringat.

Beliau adalah Dewi Sartika, seorang priyayi Sunda yang meneruskan perjuangan keluarganya.

Orangtuanya sejak dahulu menentang pemerintah Hindia Belanda.

Baca Juga :  Mari Bersama Sama Menciptakan Persatuan Didalam Tubuh GMNI Demi Masa Depan Organisasi Marhaenis

Kecerdasan Raden Dewi Sartika sudah terlihat dari kecil.

Terbukti dengan kemampuan baca tulis yang melampaui anak-anak seusianya.

Dengan kepintarannya, beliau mendirikan sekolah untuk perempuan pribumi.

Tidak hanya membaca dan menulis, sekolah yang didirikan Dewi Sartika juga mengajarkan menjahit, merenda, dan belajar agama.

Kala itu, di beberapa wilayah Jawa Barat telah berdiri sekolah yang dibina Dewi Sartika.

Kemudian diberi nama Sekolah Keutamaan Perempuan dan mempunyai banyak murid.

Pada tahun 1929 berubah nama menjadi Sekolah Raden Dewi.

Segala hal dilakukan Dewi Sartika untuk memajukan pendidikan perempuan pada waktu itu.

Dewi Sartika wafat dipengungsian pada 1947 setelah serangan agresi militer Belanda.

Atas jasa-jasanya dibuatkan patung Dewi Sartika di alun-alun Bandung.

Kegigihan Dewi Sartika dihadiahi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional, pada tanggal 1 Desember 1966.

 

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB