Keamanan perairan harus terjamin dan dijaga dengan baik agar bisa menjadi wilayah trasnportasi internasional.
Tujuannya adalah menghindari perompak dan bajak laut yang bisa membuat bahaya bagi pelayaran.
TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Singapura (RSN) berpatroli bersama di perairan perbatasan Indonesia dan Singapura .
Kegiatan Patroli Terkoordinasi (Patkor) Indosin 2024 berlangsung dalam rentang waktu setahun di Selat Singapura.
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi bersama Komandan Komando Keamanan Maritim Angkatan Laut Singapura Kolonel Ng Xun Xi.
Membuka Patkor Indosin 2023/2024 di Markas Komando Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Batam, Kepulauan Riau, Rabu.
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada I TNI AL Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan saat dihubungi di Jakarta, menjelaskan.
Patroli terkoordinasi itu berlangsung selama empat kali per periode-nya sesuai dengan kesepakatan antara TNI AL dan RSN.
Pangkoarmada I saat memberikan sambutan dalam acara yang dilaksanakan oleh dua negara itu.
Dia menilai patroli terkoordinasi Indonesia dan Singapura merupakan wujud kerja sama dua negara menjaga keamanan laut di perairan perbatasan.
“Saat ini, TNI Angkatan Laut melaksanakan patroli terkoordinasi dengan Angkatan Laut Singapura melalui Patkor Indosin-24.
Patkor Indosin-24 ini diharapkan (dua negara, red.) dapat saling berbagi ide dan solusi terbaik.
Untuk mengatasi permasalahan maritim secara komprehensif di Selat Singapura,” kata Pangkoarmada I.
Indonesia dan Singapura berbagi wilayah perairan di Selat Singapura. Selat itu yang berada di utara Pulau Batam merupakan perairan sibuk yang terhubung dengan Selat Malaka.
Patroli Terkoordinasi Indonesia-Singapura (Indosin) 2023/2024 merupakan kegiatan yang berada di bawah kendali Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I.
Guskamla Koarmada I menyiapkan dua kapal perang untuk operasi tersebut, yaitu KRI Golok-688 dan KRI Krait-827.









