Elon Mask Bukan Orang Terkaya di Dunia 2024 Versi Bloomberg’s Billionaires Index

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Uang 100 Ribu Yang Digunakan Untuk Transaksi Jual Beli

Foto Uang 100 Ribu Yang Digunakan Untuk Transaksi Jual Beli

Kabar mengejutkan datang dari orang yang memiliki harta melimpah.

Orang terkaya di dunia tidak selalu bertahan dalam posisinya tetapi juga bisa digeser pesaingnya.

Pergeseran tersebut disebabkan oleh semakin menurunnya jumlah kekayaan yang dimiliki.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami penurunan jumlah harta yang dimiliki.

Mulai dari faktor politik, sosial dan regulasi yang bersentuhan langsung dengan bisnisnya.

Posisi Elon Musk tersingkir dari gelar orang paling kaya di dunia.

Kabar ini disampaikan dan dibongkar oleh Bloomberg’s Billionaires Index,.

Baca Juga :  Fakta Timnas Indonesia Selama Piala Asia U 23, Berhasil Memecahkan Kutukan Sejarah Sepak Bola

Tepatnya pada hari Selasa, dikutip RI  Rabu (6/3/2024).

Daftar tersebut menunjukkan Elon Musk digeser oleh pendiri Amazon Jeff Bezos.

Tercatat Bezos menempati posisi pertama dengan harta US$ 200 miliar (Rp 3.142 triliun).

Sedangkan Musk memiliki harta  sebesar US$ 198 miliar (Rp 3.111 triliun).

Seperti diketahui Musk merupakan CEO produsen otomotif merk Tesla.

Dia kehilangan lebih dari US$ 31 miliar (Rp 487 triliun) setahun terakhir ini.

Disatu sisi kekayaan Bezos meningkat lebih dari US$ 23 miliar (Rp 361 triliun).

Baca Juga :  Pertanian Mendapat Anggaran 12 Triliun Dari Pemerintah Untuk Menunjang Irigasi Seluas 2 Juta Hektare

Saham Tesla memang telah anjlok hingga sekitar 24% sejak awal tahun.

Mulai tahun 2021 Bezos pertama kali menduduki puncak Indeks Miliarder Bloomberg.

Dengan 9% saham Amazon yang merupakan pengecer online terbesar di dunia.

Kemudian juga mempunyai bisnis perusahaan eksplorasi ruang angkasa Blue Origin dan bisnis lainnya.

Ketegangan beberapa Negara Internasional bisa menjadi salah satu penyebab penurunan bisnis dunia.
Karena ketidakstabilan wilayah mempengaruhi tingkat daya beli terhadap produk tertentu.

Berita Terkait

Tepis Isu Pemakzulan Presiden Prabowo, Kader PSI Yunius Suwantoro Sebut Klaim Said Didu Tidak Berdasar
GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’
DPK GMNI Nusantara dan DPK GMNI Pancasila UIM Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar 2025, Dihadiri Langsung Ketua DPD GMNI Jawa Timur Dan DPC GMNI Pamekasan
HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”
GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan
Seruan DPP GMNI di Tengah Gejolak Nasional: Mahasiswa Menuntut Perubahan, Menolak Anarkisme
GMNI Mataram Tegaskan Ribuan Massa di NTB Merupakan Aksi Organik dari Keresahan Rakyat
Gelombang Kemarahan Rakyat: Aksi Solidaritas di Mataram Kecam Kekerasan Aparat

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:32 WIB

Tepis Isu Pemakzulan Presiden Prabowo, Kader PSI Yunius Suwantoro Sebut Klaim Said Didu Tidak Berdasar

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:51 WIB

GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’

Rabu, 3 Desember 2025 - 21:47 WIB

DPK GMNI Nusantara dan DPK GMNI Pancasila UIM Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar 2025, Dihadiri Langsung Ketua DPD GMNI Jawa Timur Dan DPC GMNI Pamekasan

Jumat, 21 November 2025 - 08:38 WIB

HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”

Jumat, 19 September 2025 - 22:11 WIB

GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB