Eksistensi Yang Beresensi Serial Kedua, Manusia Konkret Berada Pada Posisi Trans Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 15 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MONOLOG

Transhistorisitas Manusia Konkret BERADA PADA POSISI TRANS-DUNIA

Yang menentukan Trans-historismu bukan Ayat Ayat yang tertulis di konstitusi juga bukan Pasal Pasal yang tertulis Pada Buku Buku SAKRAL

Melainkan yang menentukan adalah Keberadaanmu Sendiri, Tidak yang lainnya

Mempraktikkan Keberadaanmu Sendiri yang otentik adalah yang menentukan Trans-historismu

Tentukan sendiri kehidupan KONKRETMU itu

Setiap manusia KONKRET adalah dirinya sendiri

 

SUKU BANGSA MANUSIA

Perjalanan Eksistensial Suku Bangsa Manusia dimuka Bumi adalah Perjalanan Panjang yang dalam Pandangan Eksistensialnya Bernama Transhistorisitas.

Eksistensi Suku Bangsa Manusia tidak berdasarkan pandangan pandangan historis tertentu yang Regional primordial, juga tidak berlandaskan kepada asal usul yang ditulis secara sistematis kronologis namun BERADA PADA POSISI TEMPAT yang BERNAMA SITUASI BATAS SOSIAL KONKRET.

Anak anak manusia di abad 21 ini, di tahun 2025 ini sudah tidak membutuhkan lagi PENGETAHUAN Tentang asal usul manusia baik yang berdimensi Religius maupun yang berbasiskan pemikiran pemikiran.

Asal usul suku bangsa manusia yang berdimensi Religius bagi anak anak manusia abad 21 ini tidaklah mungkin ada Gunanya bagi eksistensinya dan baginya justru memperkeruh situasi sosialnya.

Anak anak manusia abad 21 adalah Anak anak manusia yg beranggapan bahwa menjalani kehidupan sosial Saat ini lebih penting ketimbang menatap Masa lalu yang ABU ABU.

Bagi SUKU BANGSA MANUSIA saat ini adalah bagaimana bisa melanjutkan perjalanan eksistensinya di tengah-tengah pergaulan dan persaingan GLOBAL.

Situasi Sosial Politik saat ini Secara Global telah mengalami Kesenjaan yang bernama berada pada cengkeraman Hukum Rasional Perubahan.

 

Restrukturisasi sosial sedang terjadi di hampir semua Negara yang ada didunia

NEGARA NEGARA terancam Eksistensinya.

BANGSA BANGSA yang telah ada Yang diakibatkan oleh Imperialisme dan Kolonialisme mengalami kejenuhan Idiologis dikarenakan Menjadi Bangsa yang sedemikian itu adalah pembebanan bagi anak-anak Suku Bangsa Manusia didalam Men-Dunia.

Sebuah peristiwa politik mampu merubah keadaan yang bermanifestasi dalam bentuk bentuk dekonstruksi Sosial dan jika dengan situasi sosial yang mengarah kepada destruktif maka tunggu saja di situasi batas sosial dikarenakan arah pergerakan sejarah hanya sampai kepada situasi batas sosial tersebut, untuk selanjutnya adalah Kompromi atau enrtophy, inilah yang bernama Misteri politik itu, Bisa berakibat mencerahkan bisa juga berakibat timbulnya Kegelapan.

Baca Juga :  Manusia Methodologis dan Bangkitnya Soekarnoisme

Yang menjadi itu Selalu berada pada posisi situasi batas sosial , yang menjadi seperti ini adalah suatu kondisi yang selalu di picu oleh peristiwa peristiwa sosial politik, sosial budaya dan sosial ekonomi, ketiga pemicu tersebut seringkali menggerus Nilai nilai fundamental kemanusiaan Yakni kebebasan keadilan dan kesejahteraan.

Pembangkangan terhadap REJIM POLITIK,  SOSIAL, maupun KEAGAMAAN sudah terjadi diberbagai Negara dan Pada berbagai BANGSA di Dunia, hal sedemikian itu adalah sebuah peristiwa yang seringkali terjadi pada perjalanan Bangsa Bangsa Namun yang tidak terhindarkan adalah kemauan sejarah dari Berbagai suku bangsa manusia untuk mewujudkan KEHENDAK UNTUK BERKUASA.

Dan itu terus menerus terjadi sebagai panggilan SEJARAH.

 

Perjalanan eksistensial suatu Bangsa akan sampai kepada situasi batas yang bernama lengkap titik ultimasi, pada titik itu capaian capaian yang digerakkan oleh Para pejuang pemikir BANGSA berakhir menjadi masa lalu yang tak terelakkan, Masa depan Bangsa masih melambaikan tangannya didepan sana namun terhalang oleh DIMENSI MISTERI . Ketika BANGSA tersebut  hanya terjebak Pada Konsep kebangsaan yang abstrak maka BANGSA itu akan hilang di ditelan DIMENSI MISTERI, Namun jika BANGSA tersebut tunduk kepada HUKUM RASIONAL SEJARAH niscaya Eksistensinya tetap UTUH dan ITULAH kesempatan EMAS untuk menjadi BANGSA YANG BESAR , itulah HUKUM RASIONAL PERUBAHAN. HANYA SEKALI DIDALAM SEJARAH SUATU BANGSA ITU BESAR.

YANG BELUM TIBA itu bernama Manusia Konkret, sedangkan inisial yang mengklaim dirinya sebagai manusia itu belum menjadi manusia KONKRET, bahkan bukan manusia sama sekali, karena untuk menjadi manusia membutuhkan proses yang panjang, cobalah mengerti, apakah manusia itu, Manusia ialah Eksistensi yang beresensi. Eksistensi adalah dasar kesungguhan dari keberadaan manusia, ESENSI adalah dasar kemungkinan dari keberadaan manusia, dengan demikian didalam Men- Dunia dapatlah manusia didefinisikan sebagai berikut: Manusia adalah Dimensi yang multi kompleks Konkret dan individual hidup di dalam ruang dan waktu, BERADA PADA POSISI ESENSINYA, bergerak Pada SITUASI BATAS SOSIALNYA yang utuh sebagai Eksistensi yang Otentik, dengan yang sedemikian itu apakah manusia KONKRET itu sudah Ada? Jawabnya adalah BELUM MENJADI. Sampai kapan manusia KONKRET itu tiba??? Inilah Pertanyaan Pertanyaan Fundamental tentang Manusia Konkret itu yang konkret didalam ruang dan waktu, yang konkret berada pada situasi batas jalan Sejarah, sebuah renungan tentang manusia KONKRET.

Baca Juga :  Guru Ngaji Ditikam di Musala Kawasan Kebon Jeruk, Polisi Melakukan Tindakan Tegas dan Terukur

Penghalang utama menjadinya Manusia Konkret itu adalah REJIM POLITIK, SOSIAL dan KEAGAMAAN.

Ketiga Rejim tersebut dalam sejarah Masa lalunya adalah yang menjadikan timbulnya Tragedi Tragedi Kemanusiaan.namun Saat ini di abad 21 ini di tahun’ 2025 sudah mengarah kepada POLARISASI yang didalam hukum Berfikir sepertinya tidaklah Mungkin, artinya bertentangan dengan cara berpikir analitis maupun cara berpikir Dialektis, namun jalan POLARISASI adalah pilihan yang lebih konstruktif didalam mengantisipasi situasi Sosial Politik ekonomi dan Idiologis yg masih terus menerus memicu konflik yang berkepanjangan misalnya konflik di TIMUR TENGAH.

 

Di persimpangan jalan sejarah

SUKU bangsa manusia adalah makhluk sosial Konkret yang mendiami wilayah negara tertentu termasuk Suku Bangsa Manusia yang tinggal di wilayah Negara Republik Indonesia.

Namun sebagai individu Konkret anggota Suku Bangsa Manusia itu BERHAK untuk tidak terlibat terhadap seluruh mekanisme Sosial yang ada di Negaranya.

SUKU bangsa manusia Telah tersekat sekat menjadi katagori katagori yang tidak Esensial.

Misalnya menjadi AGAMA tertentu

Menjadi anggota organisasi sosial tertentu

Menjadi anggota organisasi Partai politik tertentu

Menjadi anggota Negara tertentu

Menjadi anggota komunitas tertentu

Dan menjadi Rakyat dari negara tertentu.

INILAH yang dinamakan IRONIS.

SUKU bangsa manusia sengaja dipecah belah oleh Rejim Politik, sosial, kebudayaan, KEAGAMAAN maupun Rejim Keuangan.

BERADA Pada jalan sejarah yang mana SUKU BANGSA MANUSIA ini melanjutkan kehidupan sosialnya??

Apakah melewati jalan sejarah yang telah disediakan oleh Bangsa dan Negaranya Dengan konsekuensi Negara’ Bisa bubar dan Bangsa bisa hilang.

Apakah mengikuti jalan sejarah yang disediakan agamanya dengan konsekuensi melanjutkan kehidupan sosialnya pada posisi ESENSINYA YANG ABSURD dan ILUSIF.

Apakah melalui jalan sejarah alternatif yaitu dengan menjalin hubungan seluas-luasnya dengan berbagai Bangsa Bangsa di Dunia dengan mengabaikan Nilai nilai fundamental Kebangsaan Di Negara Nana tinggal kemudian melanjutkan kehidupan sosialnya dengan mempraktikkan Eksistensinya di dunia.

Alternatif alternatif itu adalah persimpangan jalan sejarah yang tersedia dan harus dilewatinya dengan segala Konsekuensinya.

SUKU bangsa manusia belum menjadi secara Otonom dikarenakan berada pada posisi situasi BATAS SOSIAL POLITIK EKONOMI BUDAYA yang mencengkeramnya.

 

 

Penulis

Djoko Sukmono

Badan Pendidikan dan Pelatihan

Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

( NASMAR )

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB