Monarki konstitusional adalah bentuk pemerintahan yang terpusat kepada seorang Raja sebagai kepala Negara dan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan yang didukung oleh mayoritas yang ada di parlemen. Dan seiring dengan perkembangan waktu bentuk monarki konstitusional ini berubah nama menjadi monarki parlementer
Indonesia sejak Era reformasi adalah negara yang pemerintahannya secara bertahap menuju kepada monarki parlementer, hal dapat dilihat dari hegemoni partai politik terhadap terbentuknya pemerintahan.
Contoh yang mengajukan seseorang untuk menjadi presiden, Gubernur , Bupati dan walikota adalah partai politik atau gabungan partai politik dengan aturan batas minimal kursi atau suara yang ada di parlemen, demikian pula secara berjenjang tentang pemilihan anggota DPR DPD, DRPD propinsi dan DPRD kota dan kabupaten
Memang Pasal pasal yang mengatur hal tsb diatas secara kontekstual adalah konstitusi, namun secara kontekstual yang terjadi ditataran elit partai politik adalah kasak kusuk politik yang mengarah kepada terjadinya hegemoni yang manipulatif yang mereka ( Para elit) anggap bahwa segala kebohongan yang mereka bungkus selama 25 th ini tidak Bisa tercium kebusukannya oleh Publik
Konstitusi dengan pasalnya dan ayat ayatnya secara faktual hampir tidak terhubung dengan kondisi obyektif psikologis masyarakat Bangsa Indonesia, contoh tentang implementasi pasal 33 didalam konstitusi apakah terhubung dengan kepentingan Rakyat??, ternyata masih jauh panggang dari api dan masih banyak lagi yang bisa dibuktikan bahwa konstitusi hampir tidak terkoneksi dengan undang undang maupun kepentingan rakyat sebagai pemilik kedaulatan
Selalu saja Kompromi, selalu saja rekonsiliasi, inilah kebiasaan elit di negara bangsa Indonesia ini, kadang jembatan jembatan dibangun dengan alasan untuk menghindari benturan benturan kepentingan, sehingga paradigma yang berbunyi: Tidak ada musuh sejati, tidak ada Kawan sejati, yang ada adalah Kepentingan( paradigma itu adalah filosofi Demokrasi yang dianut oleh Para begundal begundal politik yang anti Pancasila)
Sudah waktunya memandang Indonesia saat ini dengan kacamata baru, dengan berpedoman kepada kondisi Obyektif psikologis masyarakat Bangsa saat ini, dengan melihat fenomena yang berkembang saat ini, dengan melihat saling keterkaitan antara kebijakan publik dan dampak akibat kebijakan tersebut terhadap kehidupan sosial masyarakat Bangsa Indonesia, secara utuh dan menyeluruh tanpa saling menyalahkan satu sama lainnya, tanpa harus menyalahkan keadaan
Ketika fungsi presiden sebagai kepala negara tidak difungsikan sebagai mana mestinya maka negara bangsa dan negara Indonesia ini akan Runtuh, sebagai kepala negara fungsi presiden adalah melindungi segenap kehidupan bangsa dan mendistribusikan Keadilan
Seluruh rakyat Indonesia berhak membebankan seluruh harapan masa depannya kepada Presiden oleh karenanya presiden haruslah berjiwa besar sebesar bangsa Indonesia ini, presiden haruslah mampu menanggung segala beban berat dan segala cita-cita dari seluruh Rakyat Indonesia
Manusia konkret ini telah berubah dan berkembang dengan menanggalkan atribut atribut yang dulu secara esensial melekat padanya, misalnya tentang kebebasan, kesetaraan dan persaudaraan, ditambah lagi tentang dambaan dambaan yang belum terwujud misalnya keadilan sosial, Demokrasi, perdamaian dan seterusnya.
Percepatan sains dan teknologi telah ikut membentuk kepribadian manusia yang memang terus menerus berkembang dan bertumbuh
Sudah tidak ada suatu Pancang Kebenaran maupun kebaikan yang bisa dianut dan dijadikan pedoman dalam rangka menjalankan visi dan misi Kemanusiaan
Apalagi sebagian terbesar dari komponen bangsa Indonesia ini mengalami kesulitan pemahaman terhadap Pancasila, karena Pancasila dianggap Dogma yang kaku dan sering digunakan oleh kekuasaan sebagai alat pemukul
Sedangkan Pancasila itu bukanlah Dokma, Pancasila adalah keberadaan yang esensial dari kemanusiaan yang autentik
Seorang Pancasilais bukanlah Agen Dogma
Pancasila tidak Dogmatis karena Pancasila adalah keberadaan yang benar’ dan definitif dari keberadaan manusia baik sebagai keberadaan emperis maupun sebagai keberadaan esensial
Jika propaganda politik terus menerus ditumpahkan ke Publik, jika informasi kehilangan maknanya ( informasi adalah Fakta yang sesungguhnya dalam artian pembongkaran secara Radikal terhadap fenomena yang sedang berkembang) maka komunikasi yang sedang terjadi adalah komunikasi yang manipulatif, komunikator sebagai corong dalam penyampaian informasi adalah spiker yang bertanggung jawab penuh terhadap pembentukan kepribadian Bangsa
BANGSA Indonesia ini membutuhkan penyambung lidah yang benar’ benar mengerti dan memahami subtansi
Yang benar’ benar mengerti dan memahami keberadaan BANGSA Indonesia ini
Yang benar’ benar mengerti dan memahami kondisi Obyektif psikologis Bangsa Indonesia ini
Dan yang benar’ benar mengerti dan memahami esensi dari eksistensi Pancasila sebagai budaya Dasar Bangsa
Historisitas manusia adalah kesadaran Sosio historis dan Sosio kultural dari keberadaannya sebagai anak anak manusia, Manusia adalah Dimensi yg multikomplek kongkrit dan individual hidup di dalam ruang dan waktu berada pada esensinya yang utuh sehingga eksistensial yang autentik
Manusia konkret ini adalah eksistensi yang beresensi
Eksistensi adalah dasar kesungguhan dari keberadaan manusia
Esensi adalah dasar kemungkinan dari keberadaan manusia
Keberadaan manusia yang sungguh sungguh itu adalah keberadaan yang autentik, keberadaan yang emperik , keberadaan yang ontologis, keberadaan yang sungguh sungguh bebas
Keberadaan esensial dari manusia itu adalah segala sesuatu yg menjadi, menjadi apapun sesuai dengan yang dianggap benar, yang dianggap baik, yang dianggap dan yang dianggap, inilah dasar kemungkinan keberadaan manusia yang terus menerus berkembang dan bertumbuh dan berubah seiring dengan berjalannya waktu
Pengetahuan dan teknologi informasi dan segala turunannya adalah hal hal yang ikut membentuk keberadaan Esensial ini
Jika saat ini ada anggapan bahwa tekhnologi sudah sampai kepada era Digitalisasi itu hanya sebuah proses perjalanan peradaban manusia dan itu bersifat tidak stagnan
Suatu yang telah ada dan menjadi saat ini adalah proses pencapaian yang akan menimbulkan pencapaian berikutnya
Adalah suatu akumulasi yang menggunung dan menggumpal didalam jalan sejarah yang harus dilalui ketika dari arah yang berlawanan ada juga pergerakan yg melalui jalan sejarah yang hanya satu itu yang tersedia
Tidak ada yang namanya kesepakatan karena kesepakatan itu RENTAN dengan perubahan, yang berlaku didalam hukum RASIONAL Sejarah adalah War Glory and victory.
Yang menang hidup dan berjaya, yang kalah terpinggirkan dari jalan sejarah dan siap siap menjadi endapan endapan struktur yang tragis
Apa yang sedang terjadi di negara bangsa Indonesia ini??? Adalah suatu kondisi yang genting dan meruncing sebab sudah sampai kepada Situasi batas sosial yang ultimasif
Adakah jalan keluarnya sementara kondisi Obyektif psikologis masyarakat sedang dilanda dendam sejarah yg membara , politik balas dendam telah ada didalam Jiwa jiwa anak-anak bangsa ini dan tinggal satu langkah lagi Api dendam ini akan segera membakar kehidupan sosial dinegara Bangsa Indonesia ini
Filsafat Pancasila adalah cara berfikir yang RADIKAL terhadap: Kemanusiaan, terhadap Kebangsaan, Terhadap Demokrasi, Terhadap Keadilan Sosial, dan terhadap KeTuhanan yang Berkebudayaan
Didalam filsafat dimensi Etis yang melekat kepada Pancasila dibahas diakhir bukan diawal atau dipertengahan pembahasan, sebab dimensi Etis itu adalah Tujuan Pancasila ini ada dan menjadi sebagai Dasar Filosofi berbangsa dan bernegara
Berikut berbagai istilah yang melekat pada Pancasila
Pancasila adalah Budaya Dasar Bangsa Indonesia
Pancasila adalah ideologi Negara Republik INDONESIA
Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia
Pancasila adalah dasar negara Republik INDONESIA
Pancasila sebagai Budaya Dasar Bangsa Indonesia ia telah dilakukan dalam bentuk tingkah laku dan dipercaya sebagai Eksistensi Yg Authentik yg bermanifestasi didlm kehidupan sosial masyarakat Indonesia contohnya Gotong royong
Pancasila sebagai ideologi negara Republik INDONESIA ia adalah Ide Dasar bagi Berdiri nya Negara Republik INDONESIA , ia adalah Fondamental , ia adalah kebenaran bagi seluruh sendi 2 bagi kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia ia adalah kebenaran yg diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia
Pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia ia adalah Dasar untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan Negara Republik INDONESIA
Pancasila adalah Bukti sejarah peradaban manusia Indonesia yg tak terbantahkan
Hanya Pancasila yang benar dan Definitif bagi Negara Republik INDONESIA Dan seluruh Tumpah darah Indonesia
Sekali dalam sejarah, sekali dalam waktu, suatu Bangsa menjadi Besar, yang memiliki masa depan Bangsa ini adalah anak anak Bangsa yang benar’ benar mengerti dan memahami subtansi berbangsa dan bernegara, Masa depan bangsa Indonesia ini tidak Bisa dimengerti pada saat ini, masa depan Bangsa Indonesia ini belum terjadi yang ada hanyalah persepsi dan prediksi, meskipun tujuan didirikannya bangsa dan negara Indonesia ini dengan Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia dan tujuannya sudah terperinci di UUD th 1945, akan tetapi pencapaiannya ada pada perjuangan dan pengorbanan seluruh anak-anak Bangsa, dan Hukum Rasional Sejarah yang nantinya membuktikannya
Berulang ulang kali didalam tulisan saya bahwa sebaik baik kesepakatan, sebenar benarnya kontrak sosial yang tidak berdasar kepada Pancang Kebenaran yang universal , RENTAN dengan PERUBAHAN, yang menggerakkan Perubahan dengan cepat seperti ini adalah REVOLOSI Global dengan semboyan ONE DIMENSION MAN
Tetapi kematian itu adalah filosofi bagi Revolosi, kematian bagi anak anak manusia yg sedang terlibat dalam Revolosi adalah Batang pohon yang tumbang dan darinya segera tumbuh tunas tunas baru yang lebih progresif dan Revolosioner
Didalam Revolosi itu ada semboyan yang berbunyi: Kematian adalah filosofi dari Revolusi, dan anak anak manusia yg terlibat di dalamnya adalah Para mahluk sosial Kongkrit yang berprinsip bahwa sebatang pohon yang tumbang akan menumbuhkan tunas tunas muda yang lebih kuat dan tahan banting sebagai embrio embrio yang Progresif dan Revolosioner, Salam Revolosi sosial
Dihadapan anak anak Bangsa ini berdiri dengan tegar yang bernama dimensi lembaga, ia adalah parpol, ia adalah Presiden, ia adalah DPR dia adalah Oligar oligar dia adalah kapitalis Birokrat, Dia adalah perserikatan bangsa-bangsa, dan para imperialis yang berganti nama, misalnya Neolib, Globalis dsb.
Disamping itu dihadapkan kondisi Anak anak Bangsa ini berinfiltrasi dengan halus yang bernama pengaruh psikologis yang menyerang kesadaran dari setiap Anak anak Bangsa ia adalah budaya yang dijalankan dengan sistematis dan ultimasif, sehingga secara bertahap tapi pasti akan menggerus budaya Adi luhung yang telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia ini, dan yang ironis adalah Anak anak Bangsa ini dengan suka’ rela menerima dirinya di jadikan sebagai paradigma suatu era, klasifikasi dan stratifikasi sosial, stikmanisasi terhadap suatu Keberadaan adalah kerjaan politisi yang Bisa menghancurkan masa depan anak anak Bangsa ini, Politisi itu sebenarnya konyol , karena semua yang mereka informasikan ke Publik itu adalah stikma stikma penghancur dengan istilah istilah yang terus menerus diinformasikan kepada anak anak Bangsa, misalnya tentang milenial, dan ini terus menerus digoreng goreng dalam rangka menarik simpati publik, sejatinya ini sangat membahayakan masa depan Bangsa dan negara, selalu saja istilah istilah populer yang diinformasikan ke Publik, sementara budaya bangsa sendiri sudah tidak dianggap populer dalam artian tidak laku untuk dijual, hai polisi kebohonganmu, dan tingkah laku politikmu dan Bahasa politikmu akan meruntuhkan keberadaan Bangsamu sendiri hanya semata-mata demi Elektabilitas, salam Pancasila dan NKRI
Ketika hari panas terik pada suatu waktu ada kejadian yang fenomenal yaitu tentang adanya lembaga baru yang berbatasan dengan tembok tembok putih, dinding dinding tebal dan kebun binatang yang berujud Manusia. Lembaga baru itu ada ditengah tengah kegaduhan sosial, lembaga baru dalam rangka adanya tersembunyi situasi batas sosial yang mengerikan, lembaga baru itu penghuninya berkata: apakah aku harus kongkrit atau abstrak kembali dan menjadi pujaan dewa Dewi……….. !!!!!!!!
Mendadak semangat merah berubah menjadi semangat baru dan sang Revolosioner berkata dengan lantang….. Hentikan Kejahatan Kalian, atau Kalian akan dihantam oleh BAJA SEJARAH
Esensi Demokrasi adalah memberikan kekuasaan kepada Rakyat utk menjalani hidupnya sebagai warganegara dalam rangka mencapai kepada kebahagiaan Sosial, Rakyat sebagai warga negara adalah Rakyat yg memahami Hak dasarnya sebagai Rakyat,dan kewajiban Dasarnya sebagai Warganegara, Hak Dasar Rakyat itu bernama Kemerdekaan, Kewajiban Dasar Warganegara itu bernama Karakter.
Penulis
DJOKO SUKMONO
Alumni GMNI Jember









