MONAS Adalah Simbol Nasionalisme Indonesia Yang Memiliki Nilai Fundamental

- Jurnalis

Minggu, 16 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

 

MONOLOG

Apakah Kalian mengetahui bahwa kalian itu bukan sistematika

Bukan juga yang esensial

Kalian semuanya hanyalah momen momen yang rentan terhadap segala bentuk PERUBAHAN

Apakah kalian semua menyadari bahwa konstruksi pikiran Kalian adalah rajutan dan tambalan dari seluruh yang Kalian Percayai???

Ya demikianlah menjadi itu

Kalian semuanya hanyalah lukisan lukisan yang Kalian Percayai Sebagai Dirimu.

 

Monas dan Indonesia

Monumen Nasional adalah simbol Nasionalisme Indonesia yang memiliki nilai nilai fundamental Kebangsaan Indonesia.

Dengan demikian lahirnya Pancasila sebagai phylosophy Gronslah ( Filsafat Hukum) dari kehidupan Berbangsa dan Bernegara telah Berdiri Tegar dihadapan seluruh Rakyat Indonesia.

 

Dia adalah TUGU MONAS.

Kebangsaan Indonesia adalah sila Pancasila

Ia adalah prinsip dasar,

Ia adalah yang fundamental itu

Ia adalah Eksistensi Bangsa Indonesia itu

Ia adalah Tentang ada dan menjadinya BANGSA Indonesia ini

Dan kemudian dibentuklah Suatu Pemerintahan yang berdasar kepada nilai-nilai Fundamental Kemanusiaan

Dia adalah Kebebasan

Keadilan dan kesejahteraan

Baca Juga :  Partai Koalisi di Sukabumi Sepakat Mengusung Incumbent, Harapannya Bisa Memajukan Daerah

Namum demikian masih saja ada yang menghendaki BANGSA Indonesia ini tidak ada dan hilang sebagai Sebuah BANGSA

 

Apakah itu??

Dia adalah bentuk manusia manusia yang beratribut kebangsaan lain, dengan menggunakan AGAMA sebagai instrumen penghancur BANGSA Indonesia.

BANGSA Indonesia ini telah Merdeka memasuki usia yang ke 80.

Ketika Proklamasi Kemerdekaan yang dimerdekakan adalah BANGSA Indonesia bukan Bangsa lain

Juga bukan Bangsa Indonesia yang beratribut kebangsaan lain

Peristiwa 17 Agustus tahun 1945 adalah peristiwa politik dan peristiwa budaya yang meniscayakan keberadaannya sebagai yang Satu

Yaitu BANGSA Indonesia

Seluruh suku bangsa yang tinggal di Negara Bangsa Indonesia ini setuju’ melebur menjadi satu BANGSA yakni Bangsa Indonesia.

Dan ketika ada percikan percikan kecil yang menghalangi adanya dan menjadinya BANGSA Indonesia Telah dihancurkan oleh GODAM SEJARAH.

BANGSA Indonesia ini adalah sebuah BANGSA YANG TELAH DIGEMBLENG KEADAAN

BANGSA Indonesia ini adalah BANGSA yang memiliki budaya Dasar bernama GOTONG ROYONG.

Baca Juga :  LHKPN Menerima Laporan dari 17.562 Caleg Terpilih, Sisanya masih Perlu Koordinasi Dengan KPU

Bangsa Indonesia ini memiliki tiga konstruksi sosial yang bernama

Nasionalisme

DEMOKRASI

Keberdikarian

BANGSA Indonesia ini memiliki 5 prinsip dasar sebagai ide Penuntun didalam Men-Dunia yaitu

Kemanusiaan

Kebangsaan

Demokrasi

KEADILAN sosial

Dan Ketuhanan yang Berkebudayaan.

BANGSA Indonesia ini memiliki negara yang bernama Republik Indonesia

Yaitu NEGARA KESATUAN yang berbentuk REPUBLIK

Satu Bangsa

Satu Negara’

Satu Bahasa

Satu budaya Dasar

 

Indonesia adalah satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan sebagai konsekuensi dari Negara kesatuan

Jika ada upaya menganulir keberadaan otentik Bangsa dan negara Indonesia untuk menjadi yang lain maka Pancasila bisa digunakan oleh BANGSA Indonesia sebagai instrumen penghancur bagi Para Penghianat bangsa.

BANGSA Indonesia bukan Bangsa Penakut

Juga bukan BANGSA Tempe

Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang besar yang telah memimpin Asia Afrika

BANGSA yang diperhitungkan Dunia didalam Percaturan politik Internasional’.

 

 

Penulis

Djoko Sukmono

Badan Pendidikan dan Pelatihan

Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

( NASMAR )

Berita Terkait

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru
Soekarno dan Islam, Sebuah Hubungan Personal, Ideologis dan Politik

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB