Generasi Petani Ditengah Godaan Pendirian Pabrik Etanol-Metanol dan Pupuk Sriwijaya di Bojonegoro

- Jurnalis

Rabu, 11 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Sahdan Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro

Foto Sahdan Ketua Yayasan Suara Petani Indonesia Cabang Bojonegoro

Indonesia sejak dahulu disebut sebagai negara maritim dan agraris karena kondisi geografisnya yang terdiri dari daratan dan perairan, serta banyak penduduknya yang bergantung pada pertanian juga kelautan.

Pembangunan daerah membutuhkan banyak peran dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, pemerintahan, pemuda dan semua unsur yang memiliki kepadulian terhadap perkembangan Kabupaten.

Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi daya tarik investor untuk berinvestasi dan menanamkan modal yang dimiliki.

Melimpahnya sumber daya alam (SDA) migas berhasil memikat para pemilik modal untuk mengelola potensi tersebut dan mencari keuntungan yang besar.

Dalam perjalanannya Selain pembangunan pabrik etanol-metanol, Kabupaten Bojonegoro juga akan menjadi lokasi pembangunan pabrik pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri).

Berdasarkan informasi Kedua pabrik besar tersebut akan memanfaatkan gas dari Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro dan Lapangan Gas MDA & MBH di Madura.

Secara logis masuknya investor besar untuk membangun pabrik di Bojonegoro ini akan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sektor pertanian.

Karena saat ini mayoritas petani Bojonegoro adalah buruh tani dan selalu mengandalkan hasil pertanian dalam menyabung hidup.

Jika kita mengutip referensi dar berbagai sumber pemberitaan maka Pembangunan pabrik bioetanol dan Pupuk Sriwidjaja merupakan upaya pemerintah pusat untuk memaksimalkan hilirisasi sumber daya alam (SDA) migas.

Baca Juga :  Forum Alumni GMNI Mengajak Masyarakat, Simpatisan dan Kader Nasionalis Marhaenis Untuk Memenangkan Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie Pada Pilkada Jawa Barat 2024

Bahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan, pembangunan pabrik etanol dan metanol di Bojonegoro akan menelan investasi US$ 1,2 miliar atau setara Rp 19 triliun.

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa Proyek ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor solar yang mencapai 80% dari kebutuhan dalam negeri.

“Pak Presiden dalam rapat terbatas telah memerintahkan untuk segera membangun industri etanol dan metanol. Sebab, 80% metanol sebagai campuran biodiesel masih kita impor,” ujar Bahlil di Jakarta.

Selamatkan Pertanian Bojonegoro dan cegah godaan Industrialisasi kepada generasi muda

Bojonegoro memiliki potensi pertanian yang luar biasa sekaligus sebagai penghasil padi ke-3 terbesar se-Jawa Timur. Untuk itu, Kabupaten Bojonegoro menjadi lumbung penyangga pangan nasional.

Berbagai upaya harus dilakukan semua pihak mulai dari pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro karena kapasitas dan potensi pertanian yang dimiliki sangat luar biasa.

Pemerintah daerah Bojonegoro harus memiliki komitmen tinggi untuk mendukung sektor pertanian. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kepastian harga dan akes pasar yang seluas luasnya kepada petani agar tidak terjebak permainan harga yang kejam.

Pemerintah pusat dan daerah wajib memiliki kebijakan alokasi pupuk subsidi karena hal tersebut berpengaruh pada peningkatan produksi. Tujuannya adalah agar petani tidak kebingungan saat akan melakukan proses budidaya tanaman.

Baca Juga :  Yayasan Suara Petani Indonesia Mengajak Bupati Setyo Wahono Untuk Berkunjung Ke BULOG Bojonegoro dan Memastikan Harga Gabah Petani

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi pertanian sangat melimpah dan memiliki peranan penting dalam menciptakan kemandirian pangan serta meningkatkan perekonomian Indonesia.

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang bisa dipenuhi langsung maupun tidak langsung yakni dengan melakukan bercocok tanam dan budidaya tanaman sampai panen.

Karena  Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Namun disisi lain banyak fenomena sosial di pedesaan para petani pangan hampir semuanya orang-orang dengan tingkat umur banyak atau generasi tua. Sangat sedikit generasi muda yang bersedia mewarisi dan menggarap lahan pertanian orangtua mereka.

Dua permasalahan tersebut menjadi titik tumpu dalam tempa saya kali ini yaitu masalah bahaya kekurangan pangan dan masalah generasi muda yang tidak lagi mau menjadi produsen pangan, apalagi ditambah dengan godaan bekerja di pabrik yang akan berdiri kokoh di Kabupaten Bojonegoro dengan mengusung program Hilirisasi.

Penulis
Sadan
Ketua Suara petani Indonesia Cabang Bojonegoro

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB