Konsumsi Jamaah Haji 2024 Mendapat Kritik Dari DPR RI, Berikut Penjelasannya

- Jurnalis

Jumat, 14 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibadah Haji merupakan kewajiban bagi masyarakat yang memiliki kemampuan secara ekonomi.

Selain faktor ekonomi, kesehatan juga menjadi perhitungan dalam keberangkatan jemaah haji.

Penting bagi semua orang yang menjalankan ibadah haji untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.

Agar bisa mengikuti tahap demi tahap jadwal ibadah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah terkait.

Tetapi beberapa ironi terjadi kepada jamaah terutama dalam segi konsumsi yang diterima.

Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI Endang Maria Astuti menekankan pentingnya evaluasi terhadap kontrak katering.

Untuk mencegah penyimpangan pada kualitas makanan jemaah haji, menyusul adanya temuan banyak makanan yang basi.

Baca Juga :  Geo Cybernetic Harus Disiapkan Secara Matang Untuk Menghadapi Tantangan Masa Depan, Berikut Penjelasan Lemhanas

“Ini perlu evaluasi kembali ke depannya agar jemaah kita dimuliakan dari sisi konsumsi.

Komisi VIII sudah mendorong agar perbaikan ini betul-betul dilaksanakan di tahun ini,” ucap Endang dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dia pun menyampaikan keprihatinannya terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada jemaah haji Indonesia.

Dia mengungkapkan ada temuan serius di sektor 5 mengenai makanan siang yang disajikan kepada para jemaah.

Menurut Endang, makanan siang tersebut didominasi oleh karbohidrat dengan porsi sekitar 85 persen, tanpa sayuran, dan hanya disertai lauk ikan.

Menurutnya komposisi makanan seperti ini sangat berbahaya bagi kesehatan jemaah haji.

Baca Juga :  Pemimpin Hizbullah Akan Menyerang Sasaran Baru di Israel, Semoga Tidak Memakan Korban Rakyat Sipil

“Kita ingin memanusiakan, menghormati, dan memuliakan jemaah haji kita, sehingga konsumsi seperti itu sangat berbahaya,” katanya.

Selain itu, dia juga membandingkan nominal yang dianggarkan dengan kualitas makanan yang disajikan.

Menurutnya, makanan yang disajikan hanya bernilai sekitar 8-10 riyal, jauh di bawah nominal kontrak sebesar 15 riyal.

Keprihatinan itu, kata dia, muncul di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia.

Menurutnya evaluasi dan perbaikan kualitas makanan diharapkan dapat mencegah insiden serupa di masa mendatang, demi kesehatan dan kenyamanan jemaah haji.

 

Berita Terkait

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan
Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital
WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja
Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis
Rusia Tolak Ajakan Amerika Serikat Agar Berhenti Menyerang Ukraina, Trump Tidak Suka
Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Setelah Terkena Bom Israel, Gaza Semakin Panas
Mungkinkah Batu Bara Indonesia Tidak Laku ,,??, India dan China Banjir Pasokan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:57 WIB

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan

Senin, 15 September 2025 - 17:52 WIB

Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:34 WIB

WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:16 WIB

Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya

Selasa, 8 Juli 2025 - 23:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis

Berita Terbaru