Jakarta – Bahaya kejahatan siber kian nyata. Sejumlah nasabah bank di kota besar kehilangan uang setelah tertipu aplikasi palsu di smartphone. Para hacker dengan cerdik meniru logo bank hingga program pemerintah untuk mengelabui korban.
Kominfo, OJK, dan Bank Indonesia bergerak cepat. Pemerintah menegaskan, penyalahgunaan logo resmi akan ditindak tegas sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Namun edukasi masyarakat tetap jadi alasan utama program pemerintah. Literasi digital digencarkan agar warga waspada dan tidak sembarangan mengunduh aplikasi di luar toko resmi.
“Keamanan digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujar pejabat Kominfo.
Kasus terbaru menunjukkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Pemerintah mengingatkan, satu klik di smartphone bisa berujung bencana finansial jika masyarakat lengah.
Jangan Unduh Aplikasi di Luar Toko Resmi mengingat Kasus pembobolan rekening nasabah kembali marak. Pemerintah tegaskan literasi digital jadi benteng utama.
Ciri-ciri aplikasi berbahaya:
Menggunakan logo bank/instansi pemerintah yang mirip asli
Link unduhan tidak dari Google Play/App Store
Meminta akses berlebihan ke data pribadi & SMS
Mengarahkan korban mengisi data rekening & OTP
Langkah aman yang disarankan pemerintah:
Unduh aplikasi hanya dari toko resmi
Jangan pernah membagikan PIN atau OTP
Aktifkan verifikasi dua langkah (multi factor authentication)
Segera laporkan jika menemukan aplikasi mencurigakan
Pesan Bonita Kawasaki
Pada hari senin tanggal 18 Agustus 2025 ada yang menelepon melalui aplikasi whasapp dan meminta data diri secara rinci.
Penelepon mengaku dari layanan masyarakat kemendagri yang hendak mendata diri dengan alasan sinkronisasi data payment id.
Dia diminta oleh penelfon untuk mendownload data kependudukan dengan alasan penggunaan QR kode dan alasannya tinggal data KTP yang belum dicantumkan, permintaan itu dilakukan tanpa keraguan karena di aplikasi tersebut ada gambar garuda Indonesia.
Perekaman wajah dilakukan atas dasar verifikasi, setelah sadar bahwa itu adalah hal yang tidak mungkin, Handphone tidak bisa dimatikan karena sudah disadap jarak jauh.
Atas pengalaman itu Bonita Kawasaki meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah menerima perintah dari siapapun karena sangat rentan dengan penipuan yang merugikan secara moral maupun ekonomi.







