Produksi Minyak dan Gas Bumi Nasional Akan Meningkat, Tetapi Membutuhkan Waktu Dalam Pengelolaannya

- Jurnalis

Kamis, 13 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekayaan alam Indonesia sangat kaya dan bisa menjamin masa depan semua anak bangsa jika dikelola dengan benar dan bijaksana.

Sehingga hasil bumi yang diperoleh diolah sendiri dan digunakan untuk mensejahterakan semua rakyat.

Tetapi hal tersebut tidak akan mencapai hasil yang maksimal jika korupsi masih saja menjadi hantu yang tidak bisa diselesaikan.

Karena korupsi adalah perilaku yang memiskinkan orang lain dengan merampas kekayaan rakyat dengan mengelabuhi sistem yang ditetapkan.

PT Pertamina (Persero) optimistis produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam waktu 4-6 tahun ke depan akan mengalami peningkatan.

Karena saat ini banyak sekali penelitian yang menghasilkan temuan sumber daya migas belakangan ini.

Wakil Direktur Utama Pertamina Wiko Migantoro menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, produksi migas nasional akan menunjukkan tren yang cukup positif.

Ini didorong dari hasil temuan eksplorasi yang didapat oleh Pertamina maupun Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lainnya.

Baca Juga :  Gus Iqdam dan Slank Pelopor Malam Tahun Baru Tanpa Maksiat

“Kalau bapak perhatikan temuan eksplorasi banyak didapat baik Pertamina atau KKKS lainnya dan ini memerlukan waktu sekitar 4-6 tahun untuk bisa berproduksi.

Artinya masa depan sudah kelihatan discovery sumurnya ada discovery eksplorasinya ada bagaimana kita meningkatkan untuk percepat produksi,” kata Wiko dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (12/6/2024).

Oleh sebab itu, menurut dia, dukungan dari Anggota Komisi VI DPR RI sangat dibutuhkan.

Terutama dalam mendorong perbaikan fiscal term untuk blok migas yang dikelola perusahaan.

“Tentu saja dukungan di sini yang diperlukan. Kami berbicara dengan stakeholder terkait di upstream bagaimana memperbaiki fiscal term dengan begitu kita bisa melakukan penambahan cadangan yang ekonomis. Itu di sektor hulu,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng menjelaskan dari jumlah cekungan migas yang ada di Indonesia, setidaknya baru 20% yang dieksplorasi. Sisanya 80% masih belum tersentuh.

Baca Juga :  Data IHSG Ditutup di Zona Hijau, Naik 0,13 Persen ke Level 6.889

“Jumlah cekungan di Indonesia sangat banyak dan baru 20% yang sudah diutak-atik dari 20% itu baru 10% yang sudah dibor sehingga potensi kita masih banyak,” kata dia dalam acara Media Gathering PHE, Selasa (6/2/2024).

Menurut Muharram, PHE saat ini tengah mengevaluasi potensi migas yang berada di Cekungan Seram, Cekungan Teluk Bone, dan Cekungan Aru.

“Kita evaluasi lalu kita ranking mana yang kira-kira paling emerging di antara yang kita punya itu, lalu kita ajukan ke pemerintah,” kata dia.

Salah satu tokoh pemuda Jawa Timur yakni Jazuli mengatakan bahwa semakin banyak eksploitasi alam seharusnya bisa memperluas kesejahteraan rakyat.

Dia berharap agar semua keuntungan dalam mengeksploitasi hasil bumi negara Indonesia bisa dirasakan semua rakyat tanpa terkecuali.

Agar tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa ada diskriminasi dalam bentuk apapun sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi.

Berita Terkait

GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’
DPK GMNI Nusantara dan DPK GMNI Pancasila UIM Sukses Gelar Kaderisasi Tingkat Dasar 2025, Dihadiri Langsung Ketua DPD GMNI Jawa Timur Dan DPC GMNI Pamekasan
HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”
GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan
Seruan DPP GMNI di Tengah Gejolak Nasional: Mahasiswa Menuntut Perubahan, Menolak Anarkisme
GMNI Mataram Tegaskan Ribuan Massa di NTB Merupakan Aksi Organik dari Keresahan Rakyat
Gelombang Kemarahan Rakyat: Aksi Solidaritas di Mataram Kecam Kekerasan Aparat
Aktivis GMNI Pamekasan Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 12:51 WIB

GMNI Pamekasan Beraksi di Hari Anti Korupsi Sedunia, Desak Kajari Berantas Praktik Rasuah Yang Sudah Menjadi ‘Budaya’

Jumat, 21 November 2025 - 08:38 WIB

HUT ke-11 Partai Solidaritas Indonesia “Solusi Kemenangan untuk Pemilu 2029”

Jumat, 19 September 2025 - 22:11 WIB

GMNI Pamekasan Audiensi dengan DP3A , Soroti Maraknya Kasus Bullying dan Pelecehan

Senin, 1 September 2025 - 20:23 WIB

Seruan DPP GMNI di Tengah Gejolak Nasional: Mahasiswa Menuntut Perubahan, Menolak Anarkisme

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:28 WIB

GMNI Mataram Tegaskan Ribuan Massa di NTB Merupakan Aksi Organik dari Keresahan Rakyat

Berita Terbaru