Korupsi Dana Perang di Ukraina Melibatkan Pejabat Kementerian Pertahanan, Rencananya Mau Belanja Mortir Dan Peluru

- Jurnalis

Senin, 29 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Ukraina Mempersiapkan Bom Peluncur

Pasukan Ukraina Mempersiapkan Bom Peluncur

Perang antara Ukraina dan Rusia terus memanas meskipun banyak dikecam internasional.

Bahkan perang Ukraina dan Rusia dianggap sebagai pemicu perang di Negara lain.

Tetapi kali ini Ukraina tidak lagi dihebohkan dengan kabar perang mematikan tersebut.

Ukraina digegerkan oleh skandal korupsi terkait perang terutama persenjataan.

Dinas Keamanan Ukraina (SBU) melaporkan karyawan sebuah perusahaan senjata Ukraina.

Yang telah bersekongkol dengan pejabat Kementerian Pertahanan Negara itu.

Yakni saling bekerja sama Untuk menggelapkan keuangan senilai hampir US$ 40 juta.

Anggaran itu dialokasikan untuk belanja 100.000 mortir dalam perang dengan Rusia.

Dalam sebuah kesempatan SBU mengatakan bahwa lima orang telah didakwa.

Sedangkan satu orang ditahan karena mencoba melintasi wilayah perbatasan Ukraina.

Mereka Terancam akan menerima hukuman hingga 12 tahun penjara jika terbukti.

Baca Juga :  Imperialisme Serial keempat, Pergerakan Imperialis dan Kapitalis Dalam Rangka Meningkatkan Kekayaan

Pengumuman itu diberitahukan dan sudah dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Ukraina.

Kasus ini akan mencoreng Ukraina yang terkepung invasi Rusia selama hampir 2 tahun.

SBU melaporkan bahwa penyelidikan telah “mengungkap pejabat Kementerian Pertahanan dan manajer pemasok senjata Lviv Arsenal.

Mereka telah mencuri hampir 1,5 miliar hryvnia [US$40 juta] dalam pembelian cangkang.”.

Pernyataan tersebut disampaikan SBU, dikutip dari Al Jazeera, Senin (29/1/2024).

Dalam Kesepakatan tersebut melibatkan pembelanjaan 100.000 mortir untuk militer.

Kontrak disetujui pada bulan Agustus 2022 dan pembayaran dilakukan di awal perjanjian.

Tetapi faktanya tidak ada senjata yang dikirimkan, mengutip pernyataan SBU.

Dan ditemukan sejumlah dana besar ditransferkan ke rekening luar negeri lainnya.

Sejumlah Lima orang diberikan “pemberitahuan kecurigaan” – tahap pertama proses hukum Ukraina.

Baca Juga :  SMP Terbaik Kota Semarang Berdasarkan Rapor Pendidikan, Bisa Dijadikan Pertimbangan Bagi Orang Tua Dan Siswa

Yang meliputi kementerian dan pemasok senjata, menurut pernyataan dinas keamanan.

Satu tersangka, kata SBU, ditahan ketika mencoba melintasi perbatasan Ukraina.

Pejabat yangterseret dalam kasus ini yaitu mantan kepala Departemen Kebijakan Militer dan Teknis, Pengembangan Persenjataan dan Peralatan Militer di kementerian pertahanan, serta kepala Lviv Arsenal.

Menurut jaksa agung Ukraina, uang yang dicuri tersebut sudah disita dan dikembalikan ke anggaran pertahanan.

Korupsi di institusi militer Kyiv telah menjadi masalah yang mencoreng wajah Ukraina.

Disatu sisi mereka harus mempertahankan moral dan psikologi masyarakat di masa perang.

Serta harus menyampaikan alasan Negara tersebut untuk bergabung dengan Uni Eropa.

Pada bulan September 2023, Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov dipecat karena berbagai kasus korupsi.

 

Berita Terkait

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan
Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital
WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja
Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya
Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis
Rusia Tolak Ajakan Amerika Serikat Agar Berhenti Menyerang Ukraina, Trump Tidak Suka
Direktur Rumah Sakit Indonesia Tewas Setelah Terkena Bom Israel, Gaza Semakin Panas
Mungkinkah Batu Bara Indonesia Tidak Laku ,,??, India dan China Banjir Pasokan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 16:57 WIB

PRT Tewas dan Luka Berat di Benhil: Negara Tak Boleh Diam, Pelaku Harus Segera Ditahan

Senin, 15 September 2025 - 17:52 WIB

Voting Perdana Menteri Lewat Discord, Cikal Bakal Demokrasi Digital

Jumat, 25 Juli 2025 - 23:34 WIB

WNI Tetap Aman Meskipun Berada Diantara Perang Thailand dan Kamboja

Rabu, 16 Juli 2025 - 23:16 WIB

Presiden Amerika Serikat Sepakati Perjanjian Bisnis Dengan Indonesia, Berikut Rinciannya

Selasa, 8 Juli 2025 - 23:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto Menyatakan Indonesia Bergabung Dengan BRICS, Geopolitik Internasional Semakin Dinamis

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB