Konsekuensi Sebuah Republik dan Dosa Terbesar  Rezim Reformasi

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Setiap LEMBAGA Sosial apakah itu Negara’, Ormas, LEMBAGA KEAGAMAAN, maupun Komunitas kecil pasti memiliki Konsekuensinya masing masing.

KONSEKUENSI SEBUAH LEMBAGA Sosial itu adalah bersandarkan Kepada PIAGAM yang membidaninya

Contoh :

Republik Indonesia ini didirikan berdasarkan PIAGAM yang Bernama PANCASILA

Kemudian diterjemahkan menjadi Landasan STRUKTURAL NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA BERNAMA UUD tahun 1945.

 

Konsekuensi Sebuah BANGSA yang memilih Bentuk NEGARA Republik itu Apa Saja ???. KONSEKUENSI adalah sebuah Sikap mental yang Logis dan Realistis terhadap sebuah Keberadaan Ontologis yang dipercayai.

Republik sudah menjadi Pandangan yang dianggap benar baik dan cocok untuk BANGSA Indonesia. Kemudian Dari Pada itu MEREKA yang mengaku sebagai REPUBLIKEN wajib menerima segala KONSEKUENSI dari sebuah Negara Bangsa yang berbentuk REPUBLIK ini.

 

KONSEKUENSI SEBUAH REPUBLIK

Secara umum KONSEKUENSI SEBUAH REPUBLIK adalah :

Tidak berdasarkan kepada Garis Keturunan

Tidak berdasarkan kepada Kekuasaan yang berpusat kepada Figur tertentu.

Tidak diperintah oleh Gerombolan tertentu.

Tidak berdasarkan kepada Pemerintahan hasil Kudeta.

Baca Juga :  Rekor Baru Penumpang Kereta Whoosh Puluhan Ribu Orang Per Hari

Tidak Berdasarkan kepada Sistem Demokrasi yang dipaksakan ( direkayasa)

 

NAMUN

Berdasarkan Kepada kemauan Publik ( RAKYAT)

 

Berdasarkan KEPADA HUKUM DASAR berupa PIAGAM Pendirian dan Hukum yang ditetapkan oleh Publik melalui bentuk bentuk perwakilan yang tersepakati. Berdasarkan KEPADA HUKUM RASIONAL PERUBAHAN yang dapat diterjemahkan sbb : Ketika waktu Telah mengharu biru kehidupan Berbangsa dan bernegara maka Publik memiliki Hak konstitusional untuk menyatakan Pendapatnya dan pemerintah sesegera mungkin melaksanakan keinginan Publik, misalnya Publik menyatakan penyelenggara negara dianggap tidak becus dan Usang atau bahkan berpikiran bahwa Penyelenggaraan Pemerintahan dinyatakan KORUP.

Maka untuk menghindari KONFRONTASI langsung antara PUBLIK Dengan Pemerintah jalan keluarnya adalah Referendum.

Saat ini Pemerintah Republik Indonesia sedang menghadapi tuntutan PUBLIK yang diantaranya adalah persoalan LEGITIMASI.

Dan persoalan ini jikalau tidak ada jalan Keluarnya maka dapat dipastikan Situasi Politik semakin Panas dan tidak menutup kemungkinan Bisa Membakar Indonesia

 

SEBUAH Renungan Filosofis tentang NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Baca Juga :  Polisi Papua Menyampaikan Pesan Kepada Kapolri Saat Menjadi Pemenang Hoegeng Awards 2024

RASIO HISTORIS memandang REJIM Reformasi bertanggung jawab PENUH terhadap seluruh Peristiwa yang membawa Bangsa Indonesia Kedalam Kehancuran.

RASIO HISTORIS Melihat Bahwa REJIM Reformasi memaksakan sebuah sistem kenegaraan, pemerintahan dan Demokrasi yang NGAWUR, Sehingga mengakibatkan terjadinya berbagai situasi sosial politik, Sosial ekonomi dan sosial Budaya yang Berantakan.

RASIO HISTORIS memberitahukan kepada seluruh anak-anak Bangsa Indonesia Bahwa indonesi Telah BERADA PADA POSISI PARADOX.

RASIO HISTORIS dengan Instrumennya yang BERNAMA HUKUM RASIONAL SEJARAH menyatakan bahwa Kesalahan terbesar terletak kepada REJIM Reformasi dikarenakan Dengan lancangnya  Merobek Robek PIAGAM Pendirian BANGSA dan Mengganti Dasar Hukum Republik yakni PANCASILA dan UUD th 1945. Tanpa melibatkan PUBLIK sebagai Pemilik SAH Republik Indonesia ini.

Dan petir menyambar disiang hari dan BAJA SEJARAH telah menyiapkan GODAM Sejarahnya Untuk menghancurkan Para Pelaku Pelaku Reformasi tanpa TEDENG ALING ALING.

 

MERDEKA…..!!!

 

Penulis
Djoko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis
( NASMAR )

Berita Terkait

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru
Soekarno dan Islam, Sebuah Hubungan Personal, Ideologis dan Politik

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru