Penaklukan sebuah negeri dilakukan saat ini dengan lembut dan tak terasa,karena keberadaan ilmu pengetahuan ada diwilayah pihak pihak penguasa teknologi, para pengatur ekonomi dunia juga penanaman investasi dinegara negara tak memiliki ketiga hal diatas.
Selain itu, pihak pemilik modal dengan mudahnya bekerjasama dan memiliki kekuasaan mengatur isi perjanjian,mengendalikan uang hasil investasi tanpa melalui bank bank lokal tapi langsung kenegaranya,tenaga kerja dan pajak murah.
Disisi politik, mereka bermain mata dengan elit,politisi dan oligarki untuk mengatur kebijakan kebijakan lewat pembuatan peraturan peraturan, ketetapan bahkan undang undang sehingga menguatkan mereka (pemilik modal besar untuk berbuat sekenanya,, bebas tanpa dikenakan hukum.
Inilah tragedi negara miskin, walaupun memiliki sumber day alam dan buruh sangat besar, tetapi tidak miliki tenaga tenaga ahli yang mumpuni.
Sebab dunia pendidikan keberadaannya sekedar ada, tanpa melakukan pembenahan pembenahan supaya anak didik memiliki kemampuan berpikir cerdas, ada keahlian pada bidang studi yang dipelajari, memahami cara kerja dan kemampuan analisa tajam, kritis, juga cermat khususnya disaat investor menindas, menzalimi serta berbuat ketidakadilan.
Tetapi semua itu berada dalam khayalan, Dikarenakan, pendidikan di Indonesia hanya tuk menjenuhi pabrik pabrik, memenuhi syarat rakyat bisa bekerja, S1,S2 juga S3, asal memiliki uang dan kedekatan dengan orang tertentu dalam kampus, bahkan ada jabatan baik pemerintah instansi, ada hubungan atau dekat bersama pejabat maka kelulusan bisa diatur.
Sidang uji,hanya basa basi sebagai syarat saja.Sementara itu,orang orang Indonesia yang mengambil gelar diluar negeri, ditempat pendidikan mapan,kesediaan lapangan kerjanya sangat kecil didalam negaranya, tak mau balik ketempat asalnya.
Ada juga balik tapi gaji kecil, pekerjaan berat dipikulnya.Kecenderungan terjadi, meremehkan para ahli negeri sendiri, tapi para bule yang sama keahliannya dibayar mahal.Ini disebabkan oleh, rendah diri para elit,politisi dan oligarki dihadapan bangsa asing, sudah terkurung akal dan jiwanya melihat orang asing lebih hebat dari bangsanya. Inilah sifatterkolonialisadi tanpa sadar.
Penulis
Indra Aden
Pegiat Literasi dan Sosial Indonesia









