Biografi Leo Tolstoy Penulis Rusia Yang Melahirkan Banyak Pemikiran Filosofis

- Jurnalis

Selasa, 30 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Leo Tolstoy Diambil Dari Berbagai Referensi

Foto Leo Tolstoy Diambil Dari Berbagai Referensi

Penulis terkenal didunia memiliki cerita hidup yang sangat menarik untuk disimak.

Karena dalam perjalanan hidupnya selalu ada kesan dan pesan yang disampaikan.

Ada yang mmbahas karir politik, pekerjaan, percintaan bahkan ada juga yang fokus bercerita tentang air mata.

Leo Tolstoy lahir pada 9 September 1828 , dia merupakan putra pemilik tanah kaya Rusia.

Tepatnya di Yasnaya Polyana , tanah milik keluarga berada di selatan Moskow .

ketika dia berusia sembilan tahun dan dia dibesarkan oleh kerabatnya karena kedua orang tuanya meninggal.

Pada usia 16 tahun, pertama kali belajar bahasa dan kemudian ilmu hukum di Universitas Kazan.

Dia terpengaruh oleh tulisan filsuf Perancis Jean Jacques Rousseau pada waktu itu.

Sehingga tidak puas dengan studi formal dan meninggalkan kampus pada tahun 1847 tanpa gelar.

Kemudian melakukan upaya singkat untuk memperbaiki kondisi para pekerja di tanah miliknya namun usaha itu sia sia.

Leo Tolstoy lalu pergi ke Moskow dan aktivitas hidupnya semakin tidak bermoral di masyarakat kelas atas.

Kebrutalan itu dicatat dalam buku hariannya dengan sumpah untuk melakukan perbaikan.

Berikut catatan masa muda serta kata-katanya sendiri dari bukunya Confession :

* Saya mengingat tahun-tahun itu penuh kengerian, kebencian, dan rasa sakit yang menyayat hati.

* Saya membunuh orang dalam perang, menantang manusia untuk bertarung dengan tujuan membunuh mereka, dan kalah dalam permainan kartu.

Baca Juga :  Kebijakan Bumi Hangus Israel ke Palestina Mendapat Protes Keras Dari Pemerintahan Mesir, Perempuan dan Anak Anak Banyak Yang Menjadi Korban

* Aku menyia-nyiakan hasil kerja keras para petani dan kemudian mengeksekusi mereka.

* Saya adalah seorang pezina dan penipu, pembohong, mencuri, segala jenis pergaulan bebas, mabuk-mabukan, kekerasan, pembunuhan.

* Tidak ada kejahatan yang tidak saya lakukan…Demikianlah saya hidup selama sepuluh tahun.”

 

Tahun 1851 Tolstoy mengunjungi saudaranya, seorang perwira militer Angkatan Darat.

Yang bertugas di Pegunungan Kaukasus untuk menjalankan tugas sebagai tentara.

Saat di Kaukasus , dia bersentuhan dengan “Cossack” kemudian fokus pada mereka.

Bahkan ditulis disalah satu novel pendek terbaiknya yang berjudul The Cossacks (1861).

Tidak hanya itu, Tolstoy menyelesaikan tiga novel otobiografi, Di sela-sela pererangan dengan suku-suku perbukitan.

Yakni Childhood (1852), Boyhood (1854), Youth (1855-57) berhasil dicetak.

Dia memanfaatkan kenangan penting yang dimiliki semua anak laki-laki saat remaja.

Tolstoy kembali ke Saint Petersburg pada tahun 1856 dan tertarik dengan pendidikan petani.

Didasari ketika dalam perjalanan ke luar negeri (1857 dan 1861), ia mengunjungi sekolah dasar Perancis dan Jerman.

Diapun memulai sekolah desa yang metode pengajarannya, mencerminkan prinsip-prinsip pendidikan modern.

Pada tahun 1862 menikah dengan Sonya ( Sofya ) Andreyevna Bers , seorang anggota kelompok budaya Moskow.

Selama 15 tahun ia membesarkan sebuah keluarga besar dan berhasil mengelola tanah miliknya.

Waktu itu juga menulis dua novel terhebatnya: War and Peace (1864-69) dan Anna Karenina (1873-76).

Baca Juga :  Soekarno dan Islam, Sebuah Hubungan Personal, Ideologis dan Politik

Novel-novel besar lainnya termasuk Pastor Sergius (1898), Resurrection (1899), dan Hadji Murat (1904).

Ia banyak menulis cerpen dan dimuat dalam The Kreutzer Sonata (1889) dan sebagian dicetak ulang dengan judul Twenty-Three Tales (1907).

Tidak hanya menulis fiksi, Tolstoy juga membuat beberapa drama dan banyak buku, esai, keagamaan dan pendidikan.

Tolstoy pernah merumuskan filosofi Kristen yang menganut sikap tidak melawan kejahatan.

Pemikiran ini muncul sebagai respons yang tepat terhadap agresi waktu itu.

Yang menekankan perlakuan adil kepada masyarakat miskin dan kelas pekerja.

Tolstoy juga memberikan permohonan yang kuat kepada umat Kristiani di Negaranya.

Agar menolak Negara ketika mencari jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan moralitas.

Tetapi sebaliknya menyarankan untuk mencari jawaban ke dalam diri mereka sendiri dan kepada Tuhan.

Perjalanan hidup Tolstoy berakhir saat usia 82 tahun, dia semakin tersiksa kesenjangan antara ajarannya dan kekayaan pribadinya.

Diperparah dengan pertengkaran yang tak ada habisnya dengan istrinya karena menolak untuk meninggalkan harta benda mereka.

Sehingga Tolstoy terpaksa meninggalkan rumahnya pada suatu malam dan jatuh sakit tiga hari kemudian.

Sampai akhirnya dia meninggal 20 November 1910 di stasiun kereta api terpencil.

Hingga sekarang Dia dianggap sebagai kekuatan moral yang sangat hebat di seluruh dunia dan sumber inspirasi masyarakat didunia.

Berita Terkait

DPP GMNI Dukung Langkah Ekspansi Danantara Terhadap Perusahaan Ojol, Siap Kawal Pelaksanaan Perpres No 27 Tahun 2026
Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Peristiwa

Peristiwa Film Pesta Babi dan Pestanya Para Babi 

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:09 WIB