Mengembalikan Orisinalitas Konsep NKRI Harga Mati Tidak Pernah Lelah Di Bumi Pertiwi

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah konsep negara yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Orisinalitas konsep NKRI memang sangat berharga dan patut dipertahankan.

Harga mati untuk mempertahankan NKRI berarti bahwa kesatuan dan integritas negara harus dijaga dan dipertahankan dengan segala cara. Ini mencakup beberapa aspek penting, seperti:

  1. Kesatuan wilayah: Mempertahankan kesatuan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
  2. Keberagaman budaya: Menghargai dan mempromosikan keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa di Indonesia.
  3. Kedaulatan rakyat: Menjaga kedaulatan rakyat dan memastikan bahwa pemerintahan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat.

Tidak pernah lelah di Bumi Pertiwi berarti bahwa kita harus terus berjuang dan bekerja keras untuk mempertahankan dan membangun NKRI. Ini memerlukan komitmen dan dedikasi dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan individu.

Dalam konteks menjaga orisinalitas kedaulatan rakyat sudah saatya kita perlu memikirkan Sistem Ketatanegaraan NKRI yang telah dibelokkan makna dan fungsinya dengan berdalih memperjuangkan aspirasi rakyat melalui wakil yang ditunjuk sebagai Dewan Perwakilan Rakyat. Namun fungsi dari lembaga Sosial Politik tersebut mandul, sangat benderang hanya dapat menunjukan ketidakbecusannya menjadi wakil yang dipercayakan rakyat yang notabene kedaulatan rakyat harus berada di tangan rakyat.

Baca Juga :  Pergantian Kepemimpinan Pemerintahan Nasional Menjadi Peluang Untuk Memperbaiki Demokrasi

Bertitik tolak dari awal pendirian NKRI ini yang diamanahkan Bung Karno, Indonesia adalah PANCASILA, PANCASILA adalah INDONESIA..

Itulah pekik sokoguru yang digelorakan Bung Karno ketika awal berdirinya NKRI ini.

 

NKRI Harga Mati..

Di dalam konteks NKRI yang otentik, untuk mengembalikan Demokrasi Pancasila kepada konsep otentik yang ada di dalam GBHN yang sudah dibelokkan orisinalitasnya oleh oknum2 tertentu yang punya kepentingan di dalamnya, yang mana sokoguru dibelokkan tersebut merupakan  konsensus Kebangsaan kita yang sudah kita bangun bersama, yakni  Bhinneka Tunggal Ika, DPR, UU Pemilu, UU Presiden 2 Periode.

Baca Juga :  Mars Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

Oleh sebab itu perjuangan kita kedepan harus sampai kepada gerbang yang 4 sokoguru tersebut harus diamandemen karena bertentangan dgn sokoguru  Bhinneka Tunggal Ika.dan sokoguru Lembaga Demokrasi yang di dalamnya terdapat 3 komponen bangsa yang zonder tawar menawar lagi harus memiliki andil serta dapat difungsikan eksistensinya di NKRI, yaitu.: 1) Ormas / LSM Masyarakat  Adat sebagai wadah Demokrasi Murni, 2) MPR sebagai wadah Demokrasi pemerintah, 3) Presiden wadah Pelaku Demokrasi.

Ormas / LSM yang berasal dari masyarakat Adat sebagai salah satu wadah demokrasi murni yang disebutkan di dalam GBHN harus memiliki momentum untuk tampil sebagai alat perekat demokrasi

Maka dari itu, dengan mempertahankan orisinalitas konsep NKRI dan harga mati untuk kesatuan negara, kita dapat memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi negara yang kuat, stabil, dan sejahtera.

 

Penulis

Teuku Imran

Departemen Riset dan Penelitian

Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

( NASMAR )

Berita Terkait

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia
Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa
Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan
Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution
History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI
Kehendak Politik Internasional Mempengaruhi Ekonomi dan Sosial Negara Berkembang
Rasio Historis Pada Peradaban Baru
Soekarno dan Islam, Sebuah Hubungan Personal, Ideologis dan Politik

Berita Terkait

Kamis, 11 September 2025 - 23:39 WIB

Kemiskinan Berdasarkan Data dan Angka Beserta Dampak Sosial di Indonesia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:15 WIB

Perempuan Inspiratif Dari Situbondo Yang Mengabdi di Dunia Pendidikan dan Sepak Bola Demi Prestasi Generasi Bangsa

Jumat, 1 Agustus 2025 - 22:50 WIB

Kongres Bandung Bukan Solusi, Saatnya GMNI Kembali ke Jalan Persatuan

Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:28 WIB

Evaluasi Kritis FA GMNI Dalam Menyikapi Kongres GMNI di Bandung Yang Berjalan Selama 12 hari, Deadlock Menjadi Win – Win Solution

Sabtu, 12 Juli 2025 - 23:16 WIB

History Marhaenisme, Manusia KONKRET Adalah Manusia METHODOLOGIS Yang BERDIKARI

Berita Terbaru

Pemikiran

Tentang Gemah Ripah Loh Jinawi

Minggu, 23 Nov 2025 - 00:49 WIB